Minggu, 15 November 2009

HUBUNGAN FUNGSIONAL HIP, PELVIS DAN SPINE

Secara arsitektur, pelvis terletak strategis kare-na merupakan penghubung trunk dengan extre-mitas inferior sehingga harus saling bekerja-sama pada setiap gerakan lumbal dan hip.
Ketika tubuh dalam posisi berdiri tegak, pelvis menerima berat kepala, trunk, dan upper extre-mitas, kemudian mentransmisikan beban terse-but ke 2 lower extremitas.
Karena gerak pelvis bergantung pada sendi-sendi di lumbal spine dan hip maka gerak pel-vis dapat bersifat sekunder atau primer.
Untuk mengamati gerak pelvis sangat sulit karena pantat yang menonjol dengan lapisan lemak yang tebal dan konveks sacrum yang tidak mudah diobservasi.
Dengan bantuan X-ray maka dapat dilihat ana-lisis gerakan primer dan sekunder dari pelvis terhadap lumbal spine dan hip.

Gerak sekunder pelvis terhadap hip/lower extremitas

Sama hubungannya antara shoulder girdle dan upper extremitas, dimana pelvis bergerak untuk menyempurnakan/melengkapi gerakan pada hip.
Ada 3 tipe gerakan yang melibatkan gerakan sekunder pelvis :
Gerakan kedua tungkai secara bersamaan ke depan atau ke belakang dalam suspension.
Gerakan kedua tungkai yang berlawanan arah, se-perti berjalan, berlari.
Gerakan salah satu tungkai, seperti menendang ke depan atau ke samping.
Pada gerakan kedua tungkai mengayun ke depan atau ke belakang, pelvis akan backward tilt ketika hip fleksi dan pelvis akan forward tilt ketika hip extensi/hiperextensi.
Pada gerakan kedua tungkai yang berlawanan (berjalan), pelvis akan berotasi dalam bidang horizontal disekitar axis vertikal. orientasi pelvis tersebut menyebabkan satu tungkai flek-si hip dengan sedikit external rotasi & tungkai lainnya ekstensi hip dengan sedikit internal ro-tasi.
Pada gerakan satu tungkai ke samping (abduksi hip), pelvis akan lateral tilt.
Pada gerakan satu tungkai ke depan (fleksi hip), pelvis akan backward tilt, begitupula se-baliknya.
Adanya perubahan posisi pelvis pada setiap gerakan hip bertujuan untuk menyempurnakan atau menguntungkan gerakan hip joint.

Lumbopelvic Rhythm

Suatu gerakan koordinasi antara lumbal spine dan pelvis terjadi selama fleksi trunk sampai jari-jari tangan mencapai lantai/tanah.  ini disebut lumbopelvic rhythm.
Pada saat kepala dan upper trunk (punggung atas) mulai fleksi, maka pelvis akan bergeser ke posterior (backward tilt) untuk memperta-hankan pusat gravitasi seimbang diatas dasar tumpuan
Ketika trunk berlanjut ke fleksi, maka dikontrol oleh otot ekstensor spine sampai sekitar 45o.
Kemudian ligamen-ligamen bagian posterior akan tegang dan orientasi facet dalam bidang frontal, sehingga memberikan stabilitas pada vertebra & otot relax.
Pada akhir ROM, seluruh segmen vertebra di-stabilisasi oleh ligamen-ligamen posterior dan facet joint.
Pada akhir ROM, pelvis mulai berotasi ke de-pan (forward tilt) yang dikontrol oleh otot glu-teus maximus dan hamstring.
Kemudian pelvis melanjutkan rotasi ke depan sampai pemanjangan penuh otot ekstensor spine dan hamstring tercapai.  akhir ROM dipengaruhi oleh fleksibilitas otot ekstensor spine dan fascia serta otot ekstensor hip (hams-tring).
Pada saat trunk kembali ke posisi tegak, diawal gerakan otot ekstensor hip merotasikan pelvis kearah posterior (backward tilt).
Kemudian otot ekstensor spine memanjangkan spine (ekstensi trunk) dari posisi fleksi.
Lumbopelvic rhythm dapat terganggu akibat kebiasaan postur yang jelek, keterbatasan pan-jang otot atau fascia, atau injury dan gangguan propriosepsi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar